S.E.A Aquarium, Resort World Sentosa

So, last week we went to S.E.A Aquarium. Konon kabarnya, ini adalah aquarium terbesar sedunia. Sebagai orang yang ke Seaworld aja belom pernah, so I go along with the statement without any question. The place is nice. Tipikal Singapore lah. Modern, canggih dan bersih. Trus ada apa disana?

Menyuplik keterangan di websitenya:

Discover the awe-inspiring world of life in the ocean at the worldโ€™s largest aquarium. Step into S.E.A. Aquariumโ„ข and immerse yourself in a magical marine world seen through our planetโ€™s largest window to the ocean. With more than 800 species of marine animals, the aquarium is home to majestic manta rays, enormous goliath grouper, Napoleon wrasse, and other gentle giants of the sea. Come face-to-face with over 200 sharks and uncover the centuries of myths about these ocean predators. Sneak a peek at a moray eel in a rocky crevice or tour an underwater reef community. Discover and unfold the endless wonders of our blue planet at S.E.A. Aquarium

Emejing ya. 800 species of marine animals, katanya. Well, saya juga gak ngitungin satu-satu apakah bener ada 800 jumlahnya. Tapi kalo disitu dibilang over 200 sharks, kok kayanya gak sampe segitu. Gak tau ya kalo pas kita dateng mereka pas ngumpet. Tapi gak banyak sih keliatannya. Don’t get me wrong. I did enjoy the aquarium. Bagus kok. Tapi duh gimana ya rasanya ada yang kurang pas gitu. Mungkin karena saya gak terlalu suka konsep ‘animal-show’ seperti ini ya. Sama seperti hewan-hewan di kebun binatang. Rasanya kok seharusnya mereka gak hidup di belakang kerangkeng besi. Yang bikin lebih mikir lagi adalah, mereka dapet coral nya dari mana ya? Some said coral-coral cantik itu adalah man made. Beberapa kali bolak-balik googling soal coral di SEA ini, tapi gak dapet jawaban. Tapi memang ada beberapa perusahaan coral aquarium makers yang khusus membuat coral-coral raksasa ini. Mudah-mudahan memang bikinan ya, bukan diambil paksa dari habitatnya. Agak pr juga sih ya kalo mo ngangkut-ngangkut dari habitat aslinya. Eh tapi, siapa tau ya, wong pasir pantai di Siloso beach aja impor :p

Tapi sih sebenernya toleransi saya akan hal-hal seperti ini lumayan tinggi. As long as they take a good care of the animals sih ya sudahlahya. Pengelola SEA ini juga pasti amat sangat profesional. Jadi, pasti mereka jaga baik-baik ‘penghuni’ aquariumnya. Sama kayak kebun binatang lah, sedih juga kan kalo denger berita satwa mati di dalam kebun binatang, karena kelaparan. Kayak yang kejadian di kebun binatang Surabaya akhir tahun lalu. 130 binatangnya mati karena buruknya sarana dan prasarana disana.

Cuman, saya rada gak sreg sama kolam sentuh. Jadi, ada kolam kecil dimana kita bisa pegang-pegang bintang laut. Kita cuma nengok bentar sih, karena selain penuh juga sebenernya saya kasian sama bintang lautnya. Stres gak sih dia diobok obok orang sepanjang hari gitu?

Sebelum masuk ke S.E.A Aquarium, kita ngelewatin eksibisi sejarah kelautan dunia. Kalo gak salah, ini adalah salah satu bagian dari komplek Marine Life Park yang ada disitu juga. Di eksibisi ini, ada banyak artefak perdagangan jaman dulu seperti rempah-rempah.

Trus, Lemon seneng gak? Oh tentu seneng banget. Bisa liat ikan yang buaaannyaaaaak banget bikin dia gak ngedip dan sibuk teriak-teriak ‘Ibu, ikan! ikan!’ walaupun ada di beberapa bagian yang dia keliatan ngantuk. Emang jam nya tidur sebenernya :p

Spot favorit kita adalah Open Ocean. Rasanya kayak nonton bioskop layar super lebar tapi yang ditonton ikan cantik-cantik berenang-renang. Rasanya pengen tidur setengah jam disitu. Sayangnya, kita kesana pas weekend. Jadi lumayan rame walaupun antri beli tiketnya gak sampe mengular. Dengan orang-orang yang rame ini, kita musti agak desek-desekan mendekat dan ngintip beberapa aquarium kecilnya.

Open Ocean. Credit: http://www.lootloot.sg/

Singapore really knows how to spoil their citizen dan turis-turis sih ya. Tempat ‘tamasya’ nya bagus-bagus. Dengan harga tiket $29, it’s all worth it lah ๐Ÿ˜€

Alex, Manda and Me. RCTI Okeeee~~