random

mbak popi menulis ini. membuat sore saya yang like a hell turned into the better one.

saya siaran dari jaman sma kelas 2 dan baru berakhir beberapa bulan yang lalu, karena saya harus pindah ke aceh ini. saya sering mengalami apa yang mbak popi bilang itu. hanya menjalankan rundown tanpa menempatkan passion di setiap sesi interview. dan selalu menyesal pada akhirnya karena mbak maya selalu berkomentar ‘ajeng yang biasanya kemana yaaa’. atau mbak dion yang berulang-ulang mengingatkan saya untuk tersenyum dan muka-gak-boleh-kosong-di-kamera dari dalem callbox. saya sebal kalau gagal menghidupkan acara cuma gara-gara tidak mendengarkan, atau lebih tepatnya tidak BERMINAT mendengarkan. benar, hal seperti itu terjadi karena pikiran kita gak fokus. gak di tempatnya. kemana-mana. hal-hal macam sedang-tidak-berminat-pada-sesuatu ini akan dengan mudah ditemukan oleh orang-orang yang dengan baik mengenal kita.

nah, sore tadi saya tiba-tiba menjadi sedang-tidak-berminat-pada-sesuatu. saya merasa penuh. capek dan berpikir could-you-please-leave-me-alone-now. pengen sendirian, gak mikirin apa-apa. ehehe tapi itu bohong. saya cuma merasa sedang tidak ingin mendengar. tapi rasanya saya memang selalu begitu. tidak pernah mendengarkan, menyimak, tidak berpikir tetapi langsung bereaksi, kemudian baru menyesal.

kelemahan saya adalah segera bereaksi bila sesuatu itu tidak cocok dengan saya. ya, saya sangat keras kepala dan seperti tidak ingin sembuh darinya. ya, saya egois dan ‘gemar’ menyakiti orang yang saya cintai lalu beralasan ‘saya tidak pernah bermaksud seperti itu’. kemudian jika ada yang protes dan memberikan saran, saya akan iya-iya tanpa mendengarkan sebenarnya.

ditengah-tengah berbincang *kalo gak mo disebut ribut, hihihi* my partner in crime ini bilang ‘sepertinya dari tadi kamu gak mendengarkan yang aku bilang’ dannn..jreng jreng jreng..saya langsung berkaca-kaca. iya kah? sepertinya daritadi saya membaca baris-baris kalimat di window skype saya. berusaha untuk mengerti. tapi ternyata saya tidak mengerti walopun saya bilang IYA ratusan kali. ketidakmengertian ini saya pikir disebabkan karena sedang-tidak-berminat-pada-sesuatu itu. ditambah penyakit keras kepala saya. begitulah hasilnya.

maafkan saya.

saya suka mbak popi mengakhiri tulisanya ;

Sadar untuk tidak selalu bicara, sadar untuk tidak selalu bergerak cepat, sadar untuk hening sejenak, sadar untuk selalu sadar, dengan begitu, saya akan sadar untuk menjadi pendengar yang baik.

iya. mudah-mudahan saya bisa sadar untuk bisa mendengar dengan baik, baru kemudian bereaksi.

p.s :
tapi kemaren kamu memang menyebalkan sekali. πŸ™

========================================

lalu, ini mengenai pulang lebaran.

sejak awal saya tiba di sini, menginjakkan kaki di bandara yang sedang dibangun itu *yang penumpangnya berebutan ambil bagasi, please deh buuu..sabar napah!*, saya bertekad untuk malas pulang. here are the reasons :

1. saya baru sebulan disini. belum kangen mentok sama rumah *cuma kangen sama sayur kangkung, telor dadar, sup ayam dan ager ager buatan ibu*

2. ya saya kangen sekali sama si itu tuuu. coba bayangin.
– dia teman smp saya *yang saya benci setengah metong*. lalu tidak ketemu 10 tahun. lalu ketemu lagi hampir setaun yang lalu.

– sebulan setelah kita ketemu saya harus balik ke jogja. lalu mulai hampir rutin ketemu sebulan 1-2 kali.

– 3 bulan setelahnya dia pindah kerja ke kuching. lalu terancam tak ketemu sampai lebaran. tapi 3 bulan kemudian dia kembali ke tanah air tumpah darah endonesia.

– gak sampe 2 bulan setelahnya, dikala saya memulai kembali perjalanan jogja-jakarta paling tidak sebulan 2 kali, eh eh eh saya dilempar segini jauh nya sampe ke aceh.

cobak, gimana gak mefet terus sama telponnnn. ohhh derita yang tiada akhir. kapan sih kita bisa ribut-ribut live? ehehehe. cita-cita gak mutu.

nah tapi tetep saya gak mo pulang. mungkin akhir taun nanti saya bisa kabur.

3. bukan saya gak mau bongkar ‘celengan’ buat beli tiket, tapi SAYA TIDAK MAU PULANG. kalau boleh malah mau idup sendiri aja.

4. ah, gak tau ah.

*efek PMS ni kayaknya

(mami dan aisha *yang rambutnya kereteng-merah-dari-sananya*)

gatau kenapa tiba-tiba pengen pasang poto aisha. pen punya anak ih ahahaha

4 Comments

  1. Dr Pr September 18, 2008 at 12:41 pm

    hmmm…sedihnya lebaran ga pulang…huhuhuh, emg rame mbak di aceh?btw btw yg tt menowo itu! bener bgt mbak! bandar narkobanya disitu! trus ada 2 org gt yg kena HIV juga katanya..tp kasian mereka dijauin orang, padahal harusnya disupport. yg harusnya dibasmi itu ya si bandar itu

  2. Brokoli sehat September 19, 2008 at 7:27 am

    Ah sifat keras kepalamu itu sama denganku, makanya mendengarkan juga bukan hal mudah buatku hehehe. Tapi kayaknya sih buat sebagian besar orang ya. Mm btw, sudah berdamai kembali dengan si ituuu uehuehuehueh. Eh nanti cerita-cerita ya gimana lebaran di Aceh

  3. misskepik September 19, 2008 at 8:43 am

    @ dikky : kayaknya aku tau deh yang bandar itu hihih@ mbak pops : seharusnya kalo orang keras kepala itu bisa tahan sama orang yang keras kepala juga gak?hihih jadi curhat onlen :p

  4. Brokoli sehat September 20, 2008 at 5:19 am

    Misskepik : Harusnya sih tahan, karena seperti melihat cermin kan. Tapi gak mudah juga say. Seringkali kita cuma ingin dimaklumi daripada memaklumi πŸ™‚

Leave a Reply