Lemon dan Mainan Jimat

Anak saya, L, punya satu jimat yang selalu dia bawa kemana-mana. Awalnya ketika masih berumur sekitar 1.5-2 tahun, saya membelikan dia mainan masak-masakan. L memang agak lucu. Dia tidak begitu suka dengan mainan. Gak pernah minta dibelikan juga. Kadang sesekali sih minta, itupun kalo sudah sampe toko mainan, biasanya dia gak jadi aja gitu. Nah, si mainan masak-masakan ini pun saya beli di pasar. Mainan plastik biasa yang ternyata dia suka. Lama-lama saya perhatikan, dia cuma suka sama satu sendok sayur berwarna orange. Dia menyebutnya bubble. Karena bentuknya mirip alat untuk meniup busa sabun itu.

Bubble Pertama
Bubble Pertama

Sejak itu, dia selalu membawanya kemana-mana. Mandi, tidur, pergi ikut saya ke pasar, selalu dibawanya. Gak bisa hilang dari pandangan deh.

Sayangnya mainan itu hilang dalam perjalanan kami ke bandara. Tertinggal di taxi. Saya sampai telpon uncle taxi untuk menanyakan mainan itu tapi hasilnya nihil.

Anaknya sedih. Saya coba ajak ke toko mainan lagi untuk membelikan benda yang mirip. Saya minta dia untuk menunjuk sendiri di mana bubble nya. Dia akhirnya menunjuk sebuah sendok sayur di set mainan masak-masakan. Walaupun bentuknya tidak sama, tetapi toh dia suka. Yasudah sejak saat itu bubble nya berganti rupa.

Bubble Kedua
Bubble Kedua

Mainan itupun akhirnya hilang juga, tertinggal di taxi juga. Tapi karena dia sudah mulai gede, sudah mulai tambah berakal, jadi dia sendiri yang akhirnya mengganti bubble nya itu dengan apapun yang dia temukan di kotak mainannya. Sempat juga memakai bubble kuning.

Bubble Ketiga
Bubble Ketiga

Yang sampai sekarang dipakai adalah si hammer berwarna pink, yang dia dapat dari satu set mainan dokter-dokter an.

Hammer ini selalu dibawa kemana saja. Dulu waktu masih nursery, si pink hammer selalu ada di kantong seragamnya. Tetapi sejak naik kelas, dia sudah tau bahwa lebih baik tidak membawa mainan ke sekolah. Jadi yang dia lakukan setiap pagi adalah menaruh hammer nya itu di samping bantalnya dan berpesan kepada saya untuk tidak memindahkannya. Kalau saya iseng aja memindahkannya, dia pasti akan menegur saya. Dia juga tidak mengijinkan setiap orang untuk menyentuhnya bahkan teman yang dia suka. Entah mengapa :p

Pink Hammer
Pink Hammer

Hammer ini kadang ada kadang tiada. Kadang dia lupa taruh. Kalau sudah begitu dan kita terburu-buru mau pergi, biasanya dia mengambil jimat cadangan. Jimat cadangan ini berukuran sama dengan si hammer. Warnanya juga pink. Mainan juga? Iya. Lebih tepatnya, mainan rusak hihihi.

JImat cadangan ini adalah pangkal dari mainan senter proyektor. Karena senternya sudah rusak, bagian pangkalnya, yang tempat taruh baterai, dia ambil dan dijadikan jimat cadangan.

Terkadang dia juga membawa sisir, sendok, jepitan plastik, pensil (yang sudah dilarang karena termasuk ke mainan tajam, berbahaya), spidol pink atau bahkan mainan penyiram tanaman. Untungnya L bisa diajak berkompromi sih. Kalau dia tidak bisa menemukan mainannya ketika kita sudah mau pergi, ya dia harus memilih apapun yang ada untuk dibawa. Gak ngotot minta si pink hammer. Karena dia tahu, kalau dia gak bisa menemukan di tempat biasanya, itu berarti dia yang salah, bukan Ibunya yang asal beresin :p

Penyiram tanaman berbentuk gajah dan jepitan plastik.
Penyiram tanaman berbentuk gajah dan jepitan plastik.

Oh iya, dia memang harus dan wajib menggenggam sesuatu. Kadang kalo dia lupa bawa apa-apa dia suka ngambil brosur iklan atau daun di jalan.

Nah kalau boneka, dia punya banyak ‘anak’. Yang paling dia sukai adalah boneka dolphin hadiah dari Pepi, boneka kucing kecil hadiah dari Zee (menggantikan boneka kucingnya yang sudah buluk) dan tentu saja baby pinkie pie.

PinkiePie

  1. nyonyasepatu 27/02/2015 at 6:42 pm

    Lucunya hehe, jangan2 kalo udah bs mainin lipstick bakalan bawa lipstick trus L

    1. misskepik 28/02/2015 at 7:55 pm

      Kalo lipstick jelas nurun dari siapa berarti hahahah

  2. nengwie 27/02/2015 at 8:33 pm

    Ada anaknya teman, kemana-mana bawa baju bekas yg sudah jeleeek… Baru 3 thn sih, tp itu “lap” dibawa terus kemanapun juga hehe

    1. misskepik 28/02/2015 at 7:55 pm

      Baju bekas yang baunya juga udah entah entah ya teh hihi

      1. nengwie 04/03/2015 at 4:11 am

        Tapi mau juga sih dicuci, tp langsung dikeringkan..kalau ngga ngamuuk..
        Kebayang khan itu banyak bakteri hihi

  3. NisadanChicco 28/02/2015 at 5:43 am

    Hihi jimatnya si L lucu banget dan ada cadanganya pula . Kalau Bazyl sarung bantal mickey dia dari umur 11bln wajib dibawa kemana2 sampai udah butek warnanya dan ujungnya digigit2 kalau lagi cemas/bt . Katanya kalau kaya gini itu nurun dari salah satu orang tuanya dulu pasti ada yang suka “jimat2an” ;p

    1. misskepik 28/02/2015 at 7:54 pm

      Biasanya anak kecil emang suka ‘nyimpen’ ya. Paling sering mungkin bantal/guling bayi. Tapi kayaknya aku atau D gak ada yang kaya gitu deh dulu hahahah

  4. Woro Indriyani 07/03/2015 at 5:37 pm

    Lucu banget sih kebiasaannya hihi 🙂 jimat cadangan pula ahahahahha

Comments are closed.